Adalah seorang pemuda yang sangat ahli dalam memanah. Sering memenangkan berbagai perlombaan yang diadakan antar kerajaan. Tak ada seorangpun warga yang tidak mengenal dia. Semua kagum dan hormat akan kepandaiannya.Pada suatu waktu, pemuda itu mendatangi seorang master yang dikenal dengan keahliannya dalam memanah. Pemuda itu menantang sang master untuk unjuk kebolehan. Sang master menerima ajakan tersebut dan menentukan tempat untuk bertanding.
Pertandingan pun akhirnya dimulai. Sang pemuda mengambil panah dan memanah dengan penuh percaya diri. Anak panah itu langsung mengenai sasaran. Untuk kedua kalinya dia memanah dan kembali mengenai sasaran. Giliran sang master yang tampak yakin dan tidak terganggu akan kehebatannya pemuda tersebut. Sang master mengajak pemuda tersebut untuk mengikutinya berjalan ke gunung dan berhenti di tepi jurang dalam yang dihubungkan dengan sebatang kayu kecil.
Tanpa banyak bicara, sang master berjalan di jembatan kecil yang berbahaya dan tidak stabil. Kemudian mulai membidikkan panahnya pada sebatang pohon yang ada di seberangnya sebagai sasaran. Sang master menarik busurnya dan anak panah langsung menancap di sasaran.
Akhirnya sang master menawarkan kepada pemuda itu. Pemanah muda itu gemetar ketakutan dan tidak sanggup untuk melangkahkan kaki di jembatan kecil itu. Akhirnya sang master itu berkata “kamu menguasai banyak keterampilan dengan busurmu, tapi memiliki sedikit keterampilan dengan pikiran yang dapat meluncurkan panah”
Moral Cerita
Pahlawan sejati dapat menerapkan keterampilannya dalam situasi sulit seperti apa pun tanpa rasa takut, bimbang atau ragu.
Pahlawan sejati dapat menerapkan keterampilannya dalam situasi sulit seperti apa pun tanpa rasa takut, bimbang atau ragu.


Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa,.Silahkan Berikan Komentar Anda.