
Seorang kakek tua jalan perlahan memasuki sebuah restoran dengan kepala miring dan bahunya yang membungkuk. Celananya terlihat lapuk, bajunya juga kelihatan lusuh tapi kakek ini memiliki kepribadian yang hangat dibanding para pengunjung saat itu. Tak lama seorang pramusaji bernama Mary datang menghampiri kakek tua tersebut.
“Mari pak saya bantu menarikkan kursinya”. Tanpa berkata sepatah katapun, kakek tersebut tersenyum sebagai pertanda terima kasih. Mary menarik kursi menjauhi meja dan memapah kakek itu dengan satu lengan dan membantunya bergerak ke depan kursi. Kemudian kakek itu berkata dengan suara lembut ” Terima kasih nona. Tuhan memberkati sikapmu yang manis”.
Tak lama setelah kakek itu menyiapkan sarapannya, Mary kembali menolong kakek itu dengan memapahnya, membantunya berdiri dari kursi dan mengambilkan tongkatnya serta menuntunnya sampai ke depan pintu dan menahan pintu agar tetap terbuka sambil berkata “Kembali lagi dan bertemu dengan kami disini, ya pak!”.
Mary kembali untuk membersihkan meja. Ketika ia mengangkat piring, ia hampir pingsan karena menemukan kartu nama dan nota yang dituliskan di serbet. “Dear Mary, saya sangat respek kepada anda dan anda sangat respek pada diri anda sendiri. Anda telah menemukan rahasia kebahagiaan dan semua orang akan menyenangi anda”
Kakek tua yang dilayani oleh Mary ternyata pemilik restoran tempatnya bekerja. Kisah ini merupakan kisah nyata. Moral cerita, jika anda menghargai kehidupan anda sendiri, anda pun akan menghargai dan menghormati orang lain. Itulah rahasia kebahagiaan dalam hidup.


Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa,.Silahkan Berikan Komentar Anda.